Kamis, 06 Januari 2011
Islam berdiri diatas ilmu dan ma’rifath,maka tidak selayaknya seorang muslim jauh dari cahaya ilmu bahkan seharusnya menggali dan mencarinya dari warisan para Nabi yang telah diimpahkan pada ulama yang telah di sahkan sebagai pewaris dan penganti para Nabi.
Menuntut ilmu adalah amal yang paling tinggi dan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.sebab manfaat ilmu itu menyeluruh untuk umat,agama,dan bangsa.Ilmu juga merupakan azas pondasi pengabdian hamba kepada sang pencipta,sehingga di angkat Ahli Ilmu diatas yang lain dengan tujuh ratus derajat.
Ilmu merupakan sumber segala kebijakan dan sumber kebahagiaan dunia dan akhirat,sebaliknya kebodohan adalah sumber dari segala kerusakan dan musuh utama yang mengancam masa depan dirinya,bangsa, dan agama”kebodohan”.
Ditegaskan oleh Sayyidina Ali ibn Tholib Ra,” Tiada musuh yang paling utama berbahaya dari kebodohan dan setiap orang setiap orang musuhnya apa yang ia tidak ketahui”.
Musuh tidak bias dibiarkan,tapi musuh harus di perangi.Jika musuh besar manusia adalah kebodohanya,maka jihad yang paling besar adalah memerangi Kebodohan.Dalam perang tentu seorang pejuang harus memilikin jiwa militan yang gigih dan tidak gentar ketika berlaga di medan perang demi mencapai kemenangan,terlebih pejuang ilmu yang kemenanganya adalah pilar kesuksesan dunia dan akhirat.Untuk merealisasikan tugas berat itu,harus memperdalam ilmu dengan bantuan peran guru yang bertugas sebagai pembimbing
Label: JIHAD
Langganan:
Komentar (Atom)

